Senin, 06 Mei 2013

KLASIFIKASI KEBUTUHAN HIDUP MANUSIA


            Untuk mempertahankan kehidupan manusia memerlukan kebutuhan. Kebutuhan manusia tidak terbatas jumlahnya, beraneka macam, tidak berhenti sampai pemenuhan tertentu, terus berubah dan berkembang baik secara kuantitas dan kualitas, kebutuhan sering timbul dalam waktu yang bersamaan, dan tidak ada batas waktu berhentinya .   Makin bertambahnya jumlah penduduk, semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, makin meluasnya lingkungan pergaulan manusia, serta semakin meningkatnya tingkat peradaban manusia—adalah beberapa factor yang menyebabkan kebutuhan manusia tidak terbatas jumlahnya.
   Sedemikian banyak kebutuhan manusia, maka untuk mempermudah memahaminya kebutuhan manusia dapat digolongkan dalam beberapa klasifikasi di bawah ini :
Kebutuhan Menurut Intensitas
Kebutuhan manusia berdasarkan intensitasnya adalah kebutuhan manusia dipandang dari penting tidaknya (urgensinya), mendesak atau tidaknya bagi kelangsungan kehidupan manusia. Kebutuhan ini dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu :
Kebutuhan Primer, yaitu kebutuhan manusia yang mutlak harus dipenuhi agar manusia dapat tetap hidup dan beraktivitas. Sehingga dikatakan kebutuhan primer bersifat wajib bagi manusia untuk memenuhinya.
Contoh : kebutuhan akan pakaian, makanan dan minuman, serta tempat tinggal.
Kebutuhan Sekuder, kebutuhan sekunder disebut juga dengan kebutuhan kultural, artinya kebutuhan yang timbul sehubungan dengan meningkatnya peradaban manusia. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang diperlukan oleh manusia setelah kebutuhan primer terpenuhi dengan baik. Dan kebutuhan sekunder bersifat menunjang kebutuhan primer.
Contoh : pakaian  yang baik, makanan dan minuman yang bergizi, tempat tinggal yang baik, dan sebagainya --  yang pada prinsipnya kebutuhan ini tidak tergolong kebutuhan mewah.
Kebutuhan Tersier, adalah kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Kebutuhan tersier bersifat kemewahan dan ditujukan untuk kesenangan hidup manusia. Dapat juga disebutkan bahwa kebutuhan ini untuk menunjukkan status sosial seseorang di masyarakat.
Contoh : mobil mewah, rumah mewah, pesawat televisi, laptop, handphone canggih, dan lain sebagainya

Kebutuhan menurut Sifat
Kebutuhan menurut sifatnya adalah kebutuhan manusia yang ditinjau dari sudut dampak, pengaruhnya, atau akibat kebutuhan tersebut bagi jasmani dan rohani manusia. Menurut sifatnya maka kebutuhan dibedakan menjadi :
Kebutuhan Jasmani, adalah kebutuhan yang berkaitan dengan badan lahiriah atau tubuh manusia.
Contoh : makanan, minuman, pakaian, buang air kecil dan besar, kesehatan, dan lain-lain.
Kebutuhan Rohani, yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan rohani atau jiwa manusia.
Contoh : beribadah, rekreasi, bersosialisasi, belajar, hiburan.

Kebutuhan Menurut Waktu
Kebutuhan menurut waktu adalah kebutuhan manusia yang pemenuhannya didasarkan menurut waktu, yaitu waktu sekarang dan yang akan dating.
Kebutuhan sekarang, adalah kebutuhan manusia yang harus dipenuhi sekarang juga. Kebutuhan ini bersifat mendesak dan tidak dapat ditunda pemenuhannya karena bilamana ditunda kebutuhan ini dapat berakibat fatal.
Contoh : berobat saat sakit, kebutuhan payung saat hujan, makan karena sangat lapar, buang air kecil atau besar.
Kebutuhan yang akan datang, adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat ditunda untuk waktu yang akan dating, baik pada jangka pendek maupun jangka panjang.
Contoh : menunaikan ibadah haji, asuransi kesehatan, tabungan hari tua.

Kebutuhan Menurut Wujud
Kebutuhan menurut wujudnya adalah kebutuhan manusia yang berhubungan dengan bentuk/wujud dari alat pemuas kebutuhan, dibedakan menjadi :
Kebutuhan material, yaitu kebutuhan manusia berupa barang-barang yang dapat dilihat wujud atau bentuknya.
Contoh : roti, buku, motor, laptop, rumah, handphone, dan sebagainya.
Kebutuhan immaterial, yaitu kebutuhan yang tidak berwujud tetapi dapat dirasakan.
Contoh : keadilan, keamanan, aktualisasi diri, kebebasan, kesehatan, kepuasan dan sebagainya.

Kebutuhan Menurut Subyek
Kebutuhan menurut subyeknya adalah kebutuhan manusia yang penggolongannya menurut pihak yang menggunakannya, dibedakan menjadi :
Kebutuhan individu, adalah kebutuhan yang diperlukan oleh perseorngan (individu).Kebutuhan ini tidak sam bagi tiap-tiap orang.
Contoh : kebutuhan dokter, kebutuhan pedagang, kebutuhan petani, kebutuhan guru.
Kebutuhan kolektif, adalah kebutuhan bersama atau disebut juga kebutuhan sosial. Benda atau jasa yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan ini digunakan secara umum atau bersama.
Contoh : telepon umum, jalan umum, jembatan, rumah sakit, tempat peribadatan, dan sebagainya.

Bidang Sosial
Dampak kemajuan teknologi sangat berdampak baik pada bidang sosial, yang mana    bisa kita lihat:

Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.
Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
Bidang Budaya
Pada bidang kebudayaan perkembangan teknologi sangat berdampak negatif, seperti

Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di \kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatankekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
Pola interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e -mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (wamet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program intemet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.
Bidang Ekonomi dan Industri
Dalam bidang ekonomi teknologi informasi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:

Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
Terjadinya industrialisasi
Produktifitas dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dan aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi komputer di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.
Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan
Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan.
Konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar